Analisis Pengembangan Kewirausahaan – Prodi S1 Sastra Inggris UNESA 5
Universitas Negeri Surabaya · Direktorat Kampus 5 UNESA · Prodi S1 Sastra Inggris
Analisis Pengembangan Kewirausahaan
sebagai Dasar Mata Kuliah Kewirausahaan
Program Studi S1 Sastra Inggris – Kampus UNESA 5 Magetan | Desember 2024
Ringkasan Kondisi

Perubahan global dan perkembangan industri digital menuntut perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

MK Kewirausahaan
0
Mata kuliah kewirausahaan spesifik dalam kurikulum sebelumnya
Peluang Karier Baru
7+
Profesi baru di industri kreatif digital bagi lulusan Sastra Inggris
Sektor Lokal Magetan
5
Sektor potensial daerah yang relevan dengan kompetensi prodi
Topik Materi Usulan
8
Pokok materi dalam arah pengembangan MK Kewirausahaan
A. Kondisi Kurikulum Sebelumnya

Sebelum pengembangan kurikulum transformasi, Program Studi S1 Sastra Inggris berfokus pada kompetensi akademik murni tanpa integrasi kewirausahaan secara sistematis.

Orientasi Kurikulum Lama
Linguistic studies
Literary studies
Language skills
Theoretical humanities
Kompetensi akademik semata
Lulusan berorientasi job seeker
Arah Kurikulum Transformasi
Creative writing
Tourism communication
Digital communication
Multimodal literacy
Entrepreneur leadership
Lulusan mandiri dan inovatif
⚠ Kesenjangan yang Ditemukan

Meski kurikulum mengarah pada transformasi, aspek kewirausahaan belum terintegrasi secara sistematis: tidak ada mata kuliah kewirausahaan spesifik, tidak ada pembelajaran berbasis business project, dan belum ada integrasi creative industry dalam CPL.

B. Analisis Kesenjangan (Gap Analysis)

Tingkat ketercapaian kompetensi kewirausahaan pada kurikulum sebelumnya dibandingkan kebutuhan ideal:

Entrepreneurship
12%
Creative industry
15%
Digital content prod.
10%
Business communication
25%
Self-employment
8%
Bahasa & Sastra
90%
*Estimasi berdasarkan evaluasi kurikulum program studi
Kurikulum Lama
Arah Transformasi
Perbandingan 5 dimensi kompetensi: kurikulum lama sangat rendah, arah transformasi tinggi.
C. Analisis Kebutuhan Pengembangan

Lima faktor utama yang mendorong kebutuhan pengembangan kewirausahaan dalam kurikulum Program Studi:

OBE
Outcome-Based Education menuntut employability, entrepreneurial mindset, dan adaptive skills
MBKM
Mendorong proyek mandiri, startup mahasiswa, magang, dan praktik industri
Industri Kreatif
Digital media, publishing, content creation, tourism promotion berkembang sangat pesat
Potensi Lokal
Wisata Sarangan, UMKM, ekonomi kreatif Magetan belum terhubung dengan kompetensi prodi
Profil Lulusan
Writer, copywriter, translator, tour guide butuh bekal wirausaha untuk mandiri

Peluang bidang kerja baru bagi lulusan Sastra Inggris di era digital:

Digital content creator Copywriter Script writer Translator freelancer Tourism content specialist Media strategist Social media writer Tourism branding Digital marketing comm. English promotion content
D. Dasar Munculnya Mata Kuliah Kewirausahaan

Lima pertimbangan utama yang menjadi landasan pengembangan MK Kewirausahaan dalam kurikulum Program Studi:

Tingkat urgensi (%)
Relevansi dengan prodi (%)
5 dasar utama dengan tingkat urgensi dan relevansi tinggi.

Alur logis pengembangan:

Kurikulum lama: linguistik & sastra murni
Evaluasi: gap kewirausahaan teridentifikasi
Analisis kebutuhan OBE, MBKM, industri & daerah
MK Kewirausahaan
E. Arah Pengembangan Mata Kuliah

Mata kuliah kewirausahaan diarahkan pada integrasi humanities dengan industri kreatif dan kebutuhan daerah.

Fokus Mata Kuliah
Entrepreneurship berbasis humanities
Digital creative industry
Tourism entrepreneurship
Communication business
Creative content production
Pokok Materi (8 Topik)
Dasar kewirausahaan kreatif
Digital & personal branding
Creative content business
Tourism communication entrepreneurship
Freelance translation & writing
Social media business comm.
Startup & business proposal
Project-based entrepreneurship
F. Rekomendasi Pengembangan
  • 1
    Integrasi MK Kewirausahaan dalam struktur kurikulum inti Program Studi sebagai mata kuliah wajib.
  • 2
    Penerapan pembelajaran berbasis proyek: mahasiswa menghasilkan produk digital, business proposal, creative project, dan startup prototype.
  • 3
    Kolaborasi dengan industri kreatif, media digital, UMKM, content agency, dan sektor pariwisata Kabupaten Magetan.
  • 4
    Pengembangan inkubasi bisnis mahasiswa: business incubation program, student startup, dan creative business mentoring.
Kesimpulan

Pengembangan MK Kewirausahaan merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja, perkembangan industri kreatif, serta transformasi pendidikan tinggi berbasis OBE dan MBKM. Melalui integrasi ini, lulusan diharapkan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif, adaptif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang usaha berbasis humanities dan komunikasi global.

Magetan, 1 Desember 2024
Ketua Tim Pengembang Kurikulum
Suyanti Fatma Umayfa, S.S., M.A.
NIP. 202408030