From Campus 5 to the Land of the Bamboo Curtain, Diva Mutiara Nur Ayana, an Unesa English Literature Student Who Dares to Step onto the World Stage
Diva Mutiara Nur Ayana, mahasiswi angkatan 2024 Program Studi Sastra Inggris di PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya, telah resmi terpilih sebagai peserta Unesa Global Students Mobility Award (UGSMA), yang juga dikenal sebagai Program Pertukaran Pelajar 2026. Pada tanggal 5 Mei 2026, ia akan berangkat ke Henan, Tiongkok, untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional di Zhengzhou Vocational College of Information Engineering selama kurang lebih satu bulan, sebelum kembali ke negara asalnya sekitar tanggal 6 Juni 2026.
Keberhasilan Diva dalam lolos ke program ini tidak diraih tanpa perjuangan. Proses seleksi UGSMA cukup ketat, dimulai dengan pengumpulan dokumen seperti resume, pernyataan motivasi, dan skor TEP (Test of English Proficiency) sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris. Tidak hanya itu, ada juga sesi wawancara untuk menilai kematangan berpikir dan kesiapan mentalnya. Untuk negara tujuan, ditentukan melalui sistem seleksi acak. Diva berhasil melewati semua tahapan ini dan kini siap membawa nama PSDKU Kampus 5 ke panggung internasional.
Ketika ditanya tentang motivasinya, Diva menjawab dengan percaya diri. โMotivasi saya bergabung dengan UGSMA adalah untuk mendapatkan pengalaman akademis dan budaya internasional yang bermakna dan melengkapi studi saya di bidang Sastra Inggris. Saya percaya program ini akan membantu saya berkembang sebagai pembelajar global dengan memperkuat komunikasi antarbudaya, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan komunikasi saya. Pada, saya untuk menyampaikan pengalaman ini pada akhirnya dalam kontribusi pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah regional,โ katanya.
UGSMA sendiri merupakan respon terhadap kebutuhan globalisasi pendidikan yang semakin nyata. Program ini secara resmi mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan mengutamakan kualitas pengalaman belajar siswa melalui paparan akademis internasional, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara UNESCO dan lembaga pendidikan di Tiongkok.
Kepergian Diva membawa pesan penting bagi seluruh mahasiswa di PSDKU Kampus 5, bahwa posisi di cabang kampus bukanlah penghalang untuk meraih peluang internasional. Dengan persiapan yang matang dan keberanian untuk melangkah, pintu dunia terbuka bagi siapa saja. Semoga sukses dalam perjalananmu, Diva. Bawalah kembali pengalaman terbaikmu untuk kampus dan Indonesia.